IRYASIR ( Ikatan Remaja Yasinan Keliling Rumah ke Rumah ) Jatimakmur Pondok Gede BEKASI

Selasa, 16 Maret 2010

WAHDI 25

WAHDI 25
Oleh: Ust.H.Wahyudi Madjid, S.Ag

Allah SWT berfirman :
“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga ia merubah nasibnya sendiri”

Pada sebuah kisah, disebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya, bayi singa yang lemah itu hidup sebatang kara tanpa perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian segerombol kambing datang melintasi tempat itu, bayi singa itu menggerak – gerakan tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya, ia merasa kasihan melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara itu, dan muncullah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.

Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu, membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu si bayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti kemana saja induk kambing pergi, jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing.

Hari berganti hari, dan anak singa itu tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing, ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak – anak kambing, bahkan anak singa yang mulai beranjak besar itupun mengeluarkan suara layaknya kambing, ia mengembik bukan mengaum. Ia merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing – kambing lainnya, ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa. Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa, seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa, kambing – kambing berlarian panik semua ketakutan, induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

“Kamu singa, cepat hadapi serigala itu ! cukup keluarkan auman yang
keras dan serigala itu pasti lari ketakutan “ Kata induk kambing pada anak singa
yang sudah tampak besar dan kekar. Tapi anak singa yang sejak kecil hidup ditengah – tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing, ia berteriak sekeras – kerasnya yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan (suara kambing), sama seperti kambing yang lain bukan auman. Anak singa itu tidak bias berbuat apa – apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusunya diterkam dan dibawa lari serigala. Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala, ia menatap anak singa dengan perasaan marah. “Seharusnya kamu bisa membela kami ! seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu ! seharusnya kamu bisa mengusir serigala yang jahat itu !“. Anak singa itu hanya bisa menunduk, ia tidak faham dengan maksud perkataan perkataan induk kambing, ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing – kambing yang lain, anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa – apa.

Hari berikutnya serigala itu datang lagi, kembali memburu kambing – kambing untuk disantap, kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada berani menolong, anak singa itu tidak kuat melihat kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya, dicengkeram serigala, dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu, serigala kaget bukan kepalang, melihat ada seekor singa dihadapannya, ia melepaskan cengekeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan, nyalinya habis, ia pasrah ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya. Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, “Emmmbeeeek!!!!”. Lalu ia mundur kebelakang, mengambil ancang – ancang untuk menyeruduk lagi, melihat tingkah laku anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada dihadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang, ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu atau singa bermental kambing itu!. Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda –kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya.

Anak singa itu tersungkur dan mengaduh, seperti kambing mengaduh, sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luas biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala, bukankah singa adalah raja hutan? Tanpa memberi ampun sedikitpun, serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu, serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu, disaat yang krisis itu, induk kambing tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting, anak singa bangun.

Dan tepat pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat, semua kambing ketakutan dan merapat, anak singa itu juga ikut takut dan ikut mendekat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit – birit saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu. Namun, tiba-tiba ia terkejut karena melihat di tengah kawanan –tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa. Beberapa ekor anak kambing langsung lari, termasuk anak singa yang juga ikut lari. Singa dewasa itu masih bingung, ia heran kenapa anak singa itu lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata, “Hai kamu jangan lari ¡ kamu anak singa bukan anak kambing !“. Namun anak singa itu terus lari dan lari, sementara singa dewasa terus mengejar. Ia tidak lagi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa itu ketakutan, “Jangan bunuh aku, ammmpuun !“, “Kau anak singa, bukan anak kambing, aku tidak membunuh anak singa”, kata singa dewasa. Dengan meronta – meronta anak singa itu berkata, “Tidak aku aku anak kambing! Tolong lepaskan aku !”

Anak singa itu meronta dan berteriak keras, suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing. Sang singa dewasa heran bukan main, bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram atau marah ia menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukan siapa sebenarnya anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri. Lalu membandingkan dengan singa dewasa. Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, “Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan !”. “Ya, karena kamu anak singa. Bukan anak kambing !“ Tegas singa dewasa. “Jadi aku bukan anak kambing ? aku adalah seekor singa !”, kata anak singa. Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan ! Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!“ Kata sang singa dewasa. Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum keras. Anak singa lalu menirukan dan mengaum dengan keras. Mengaum, menggetarkan sentero hutan. Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu. Anak singa itu kembali berteriak dengan penuh kemenangan, “Aku adalah seekor singa ! raja hutan yang gagah perkasa !”. Singa dewasa terenyum bahagia mendengarnya.

Kita mungkin tersentak oleh kisah anak singa di atas! Jangan–jangan kondisi kita, sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilkinya. Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasa–biasa saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh siapa dirinya yang sebenarnya. Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilkinya.

Mari kita amati orang–orang yang ada disekitar kita. Diantara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya, hidup dinamis dan berprestasi. Sangat faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia hidup. Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis, detik demi detik yang dialuinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia. Semakin besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk melakukannya. Namun tidak sedikit pula yang hidup apa adanya atau bisa dibilang banyak. Mereka hidup apa adanya karena tak memiliki arah yang jelas, tidak faham untuk apa ia hidup, dan bagaimana ia harus hidup. Kita sering mendengar orang–orang yang ketika ditanya, “Bagaimana anda menjalani hidup Anda?” atau “Apa prinsip hidup anda?”, mereka menjawab dengan jawaban yang filosofis, “Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air. Santai saja.”

Tapi sayangnya mereka tidak benar–benar mengetahui filosofi ’mengalir bagaikan air’. Mereka hanya memahami bahwa hidup mengalir bagaikan air yang hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup dengan cara hidup yang berkualitas. Hal ini disebabkan karena mereka tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Seperti anak singa di cerita di atas yang sebenarnya ia adalah ’seekor singa’ tapi tidak kalau dirinya ’seekor singa’. Seperti halnya si anak singa, banyak orang juga menganggap dirinya adalah ‘seekor kambing’ dan tetap menjadi ”seekor kambing” karena mereka selama ini hanya hidup dalam ‘kawanan kambing’, tidak tersadar bahwa ia dapat menjadi sesuatu yang lain

Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini. Bahkan bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian masyarakat dunia islam saat ini. Bila kita amati orang di sekitar kita yang dari masih kita kecil hingga kita dewasa, pekerjaan mereka tidak berubah, bahkan teman–teman yang dulu ketika di bangku sekolah dasar atau teman–teman bermain yang terlihat begitu rajin dan cerdas, yang dulu pernah bercita–cita mau jadi ini dan itu, ternyata keadaannya saat ini sangat jauh dari cita-citanya. Orang- orang yang dulu hidup memprihatinkan ternyata sampai sekarang tidak berubah.Kenapa kita tidak berubah? Jawabannya karena mereka tidak mau berubah.Kenapa mereka tidak mau berubah?. Jawabannya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah. Bahkan kalau mereka harus tahu harus berubah, mereka tidak tahu bagaimana caranya mereka berubah. Sebab mereka terbiasa hidup pasrah, hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Dan cara hidup seperti itu yang terus diwarisi turun temurun.

Ada seorang sastrawan terkemuka, yang saat melihat kondisi bangsa yang sedemikian akut rasa tidak berdaya-nya sampai dia mengatakan, “Aku malu jadi orang Indonesia”. Dimana mana, kita lebih banyak menemukan orang–orang lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah. Orang–orang yang tidak tahu potensi terbaik yang diberikan oleh AllAH kepadanya. Orang–orang yang rela ditindas oleh hawa nafsu hingga membuat dirinya hina. Padahal sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup merdeka, jaya, berwibawa dan sejahtera.

Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental kambng, meskipun sebenarnya mereka adalah singa!. Banyak yang minder dengan bangsa lain, seperti mindernya singa bermental kambing pada serigala dalam kisah diatas. Padahal sebenarnya, Bangsa ini adalah bangsa besar! Ummat ini adalah ummat yang besar !. Ingatkah kita akan kejayaan nenek moyang pada zaman dahulu, seperti Kerajaan Sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara (termasuk Malaysia dan Brunei Darussalam) dan juga Kerajaan Majapahit yang digjaya dan adi kuasa. Lebih dari itu, bangsa ini, sebenarnya dan ini tidak mungkin disangkal, adalah mayoritas ummat islam terbesar didunia dimana terdapat dua ratus juta ummat islam di negeri tercinta Indonesia ini.

Dua ratus juta ummat islam di Indonesia, maknanya adalah dua ratus juta singa, penguasa belantara dunia!. Itulah yang seharusnya. Tetapi sayang, dua ratus juta yang sebenarnya justru bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa!. Yang memprihatinkan, ada yang sudah sadar dan menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi lebih memilih untuk tetap menjadi kambing. Karena terbiasa menjadi kambing maka ia malu menjadi singa, malu untuk maju dan berprestasi! Dan, yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap menjadi kambing itu menginginkan yang lain tetap menjadi kambing. Sebab mereka tidak mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing. Dan, yang paling menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa, bahkan mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh.

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah SWT telah memberi predikat kepada kita sebagai umat terbaik di muka bumi. Karena itu, marilah kita bermental menjadi umat terbaik. Jangan menjadi umat yang hanya bermental terbelakang. Allah Swt berfirman, “Kalian adalah sebaik–sebaik ummat yang dilahirkan untuk menjadi manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah Swt”.

Selasa, 08 Desember 2009

Bertaubatlah

Kepada semua yang mengatasnamakan dengan diri saya,Mohon dengan sangat agar tidak menyebarkan fitnah,ingatlah kali ini anda bisa mempermainkan orang lain tapi,semua adalah milik Alloh jika Alloh kehendaki tangan yang biasa kita memagang keyboard untuk menyebarkan fitnah ini dengan dicabutnya salah satu saraf kita,apalah artinya tangan kita.

Selasa, 01 Desember 2009

Sesanti Sunan Drajat

1. MEMANGUN RESEP TIYASING SASOMO
Kita selalu membuat senang hati orang lain.
Setiap orang pasti pernah merasakan Kesedihan, terlebih apabila sesuatu yang merasa kita cintai atau miliki telah pergi/tiada.itu merupakan naluri manusia,Namun kesedihan itupun cepat berlalu jika ada sesuatu yang memberiakan sesuatu baik itu berupa moril ataupun materiil.Bukan orang yang memberikan materiil/ Harta benda yang banyak untuk membuat senang hati orang lain tetapi keikhlasan serta kerendahan budi pekertilah yang akan membuat orang akan senang.Apalah artinya pemberian Uang/Harta yang banyak tetapi mengecilkan orang yang di beri !!!!!.lain halnya dengan Tutur kata serta nasihat yang penuh dengan rasa tawadhu,itu’ jauh lebih utama dari pada semua itu,karena dengan ucapan2 yang baik serta tutur kata yang indah akan menjadi tentram serta bahagia bagi yang menerimanya,seperti yang sudah dikatakan dalam hadist Nabi “ Perkataan yang baik itu adalah merupakan sebagian dari shodaqoh “ Untuk itu jangan kau merasa Hebat atau wah !!!(ojo dumeh ), dimata orang lain.sehingga dgn seenaknya menghina serta sewenang wenang,ingatlah bahwa roda itu berputar, mungkin saat ini Anda di Atas.namun, apa yang kita tahu tentang Esok ? Wallohu a’lam.
2. JRONING SUKO KUDU ELING LAN WASPODO
Didalam keadaan suka harus ingat dan waspada
Seperti yang sudah kita uraikan sebelumnya,Roda itu pasti berputar,Begitu juga kehidupan kita mungkin saat ini kita Kaya,Sehat,dan bahagia,Tapi dalam keadaan seperti itu orang kebanyakan lupa akan sebaliknya,sehingga ia isi kehidupan ini dengan bergelimang harta untuk bersenang senang yang tdk bermanfaat (Lagho) serta menindas orang yang lemah,ia mengira bahwa kebahagiaan serta kekayaan itu akan abadi.Tapi semua itu jika Alloh kehendaki,bukan lagi hitungan detik!!!.Seandainya salah satu ni’mat yang telah ia berikan seperti kaki, yang dulunya bisa berjalan dengan sombongnya, namun dikasih penyakit yang di hrskan di aputasi!!,dapatkah ia berjalan dengan sombong serta terus menendang orang yang lemah seperti yang ia lakukan waktu sehat/jaya nya????Dalam hadits nabipun sudah jelaskan “ Ingatlah sehat sebelum sakitmu.Ingatlah kaya sebelum miskinmu ,ingatlah muda sebelum tuamu,ingatlah hidup sebelum matimu “ itu cukup sudah buat I’tibar kita semua.
3. LAKSITANING SUBROTO TAN NYIPTO MARANG PRENGGOBAYANING LAMPAH
Dalam perjalanan mencapai cita-cita luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan
Banyak orang berbuat baik,namun kendala suatu rintangan serta ancaman selalu menerpanya,sampai-sampai bermacam-macam fitnah ia terima,Seorang yang teguh dalam keimananya, semua itu tiada arti dimatanya,karena ia hanya berharap Keridhoaan Alloh SWT.Ia mengambil pelajaran ( I’tiba r ) dari Nabi Muhammad SAW dlm menyebarkan agama yang dirahmati yaitu DINUL ISLAM (Agama Islam ),Walaupun ia dicaci maki,di lempari kotoran, dan yang lebih parah lagi adalah pemboikotan atas diri Nabi,tapi dengan jiwa USWATUN KHASANAHNYA ia tetap tegar demi menyelamatkan dunia ini.Untuk itu saudaraku yang seiman, teruslah berjuang untuk Syiar Islam demi tegaknya kalimat tauhid
لا اله الاالله
محمد رسول الله

4. MEPER HARDANING PONCODRIYO
Kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu

Dalam diri manusia ada dua unsur yang begitu berpengaruh dlm kepribadian manusia itu sendiri yaitu Nafsu dan Akal. Jika Akal itu lebih baik dari Nafsunya sudah barang tentu ia melebihi tingkatan para malaikat,karena ia bisa mengendalikan hafa nafsunya yang tidak dimiliki para malaikat,tapi sebaliknya jika Nafsunya lebih baik dari Akalnya, Na’udzubillah!!! semoga itu dijauhkan dari kita semua,karena sifat yang satu ini melebihi sifat binatang,sedah barang tentu melebihi binatang karena kalo binatang memang dia berjalan dengan nalurinya bukan dengan akalnya,karena memang Alloh SWT tidak memberikan Akal bagi Binatang,Tapi Manusia!!!?ia adalah makluk yang sempurna yang diciptakan Alloh SWT ,dengan dikasih Akal untuk berfikir mana yang baik dan mana yang buruk,tapi jika ia tidak bisa membedakan Baik dan Buruk,tentunya ia akan menjauh dari komunitas Manusia karena tempatnya adalah dalam komunitas Binatang. استغفرالله
5. HENENG HENING HENUNG
Dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan,dan dlm hening itulah kita akan mencapai cita2 luhur

Cita-cita Luhur adalah merupakan tujuan utama yang akan kita raih,Tapi apalah artinya cita-cita itu sendiri jika kita tidak bisa Riadhoh,mengekang hawa nafsu,Lisan kita adalah merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan kita,Tapi jika kita salah berucap sehingga yang ada hanyalah kedustaan, janji-janji yang selalu di ingkarinya.Maka Jangan !!!! Jangan berharap Cita-cita itu akan ada pada kita.Para Ulama-ulama terdahulu ia berkholwat untuk mukhasabah serta bermunajat kepada sang Kholiqnya,dengan tujuan mencari keheningan untuk menjauhkan sejenak urusan duniawi yang selalu menjadikan beban, hingga akhirnya terjauh dari sifat Ujub,Riya’,sum’ah dll.Yang menjadi bagian diri dari Setan La’natulloh
6. MULYO GUNO PONCO WAKTU
Suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa dicapai dgn sholat 5 waktu

Bukan Harta yang melimpah yang dikatakan bahagia,sejahtera.Kekayaan/Harta benda yang kita miliki hanyalah sifatnya temporer (sementara)Apakah sesuatu yang sifatnya sementara akan kita miliki selamanya………?Tapi ,……Penghambaan diri kita kepada Alloh SWT (sholat)mempunyai nilai/maqom melebihi dari semua itu.Karena di akhirat nanti,pertama yang menjadi pertanyaanya adalah Bagaimana Sholatmu ?Jangan sia-siakan hidupmu dgn meninggalkan Sholat !!!,Bukan Alloh yang meminta untuk kita menyembahNya,tapi kita sendiri yang menjadi ciptaanNya yang harus menyembah/sholat,karena seandainyapun Makhluk sedunia ini tidak ada yang menyembahNya,Niscaya,Tidak akan mengurangi sedikitpun KebesaraNya,serta KeAgunganNya. Seperti yang sudah Alloh terangkan IN AHSANTUM AHSANTUM LI ANFUSIKUM,WA IN ASA’TUM FALAHA (Sesungguhnya jika kamu berbuat baik itu buat diri kamu sendiri dan seandainya kamu berbuat kerusakan itupun kerusakan buat kamu sendiri.)tapi sebaliknya,jika Alloh menghendaki salah satu ni’mat yang Alloh berikan kepada kita misalnya (mata),yang dulunya bisa melihat tapi atas izin Alloh dibutakan ! Na’udzubillah,itu hanya merupakan perumpamaan yang kecil dimata Alloh,jika Alloh menghendaki hanyan berucap كن ( Jadilah ) فيكن ( maka jadilah )
7. MEHONO TEKEN MARANG WONG KANG WUTO.MEHONO MANAGN WONG KANG LUWE. MENEHONO BUSONO WONG KANG WUDO.MENEHONO NGIYUP MARANG WONG KANG KUDANAN,

Berilah ilmu agar orang menjadi pandai
Tholabuli’lmi diwajibkan atas kamu sekalian sampai di liang lahat,ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa Ilmu adalah derajat yang tertinggi dalam kehidupan.Dengan ilmu kita akan bisa meraih apa saja,Dengan Ilmu Amalan-amalan kebaikan kita akan diterima oleh Alloh SWT,begitu sebaliknya perbuatan/amalan-amalan kita yang tanpa didasari dengan Ilmu bagaikan Debu yang terhempas badai,ia tidak akan menyisakan sedikitpun sesuatu yang ada.Ambilah suatu pelajaran yang baik meskipun itu keluarnya dari seekor binatang,itu adalah serendah rendahnya pelajaran.
Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin
Pola pikir kehidupan manusia adalah Ia akan berjuang untuk melebihi derajat dari orang lain,kalaupun pengambilannya itu dalam tingkatan Ibadah, itulah yang disuruh oleh Alloh SWT.Tapi mayoritasnya adalah dalam tingkatan materi yang ia perjuangkan .Sampai sampai ia menumpuk-numpuk harta dengan tiada memperdulikan sekelilingnya,Ia berasumsi bahwa harta adalah segala-galanya dan miliknya sendiri,Ia tidak tahu bahwa didalam hartanya itu sebenarnya ada sebagian haknya Fakir/Miskin.
Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu
Alhaya’u minal iman “ malu itu sebagian daripada iman “ Ajining Rogo ono ning Busono,Ajining diri ono ning Lati ( Berartinya badan kita tergantung pada pakain kita,Berartinya Harga diri kita tergantung dari Lisan Kita ) Orang yang sudah tidak memperdulikan pakainya sehingga ia tak berbusana,orang itu Gila,Tapi dalam Syara’ ,Apa yang menjadi tanggung jawab bagi orang Gila ……… ?Ia tiada mempunyai kewajiban-kewajiban yang Alloh perintahkan pada hambanya.Tapi Harga Diri seseorang yang sesungguhnya adalah tergantung dari Jiwa/Hatinya,Hati yang bersihpun tergantung dari bagaimana tata bicaranya (lisan)Hati yang bersih sudah pasti jauh dari lisan yang suka Namimah,khianat,iri,dengki,serta menyebar fitnah,karena inilah yang menjadi kuncinya.karena bukan diukur dari banyaknya mobil,rumahnya yang megah,perhiasan yang gemerlap.
Serta berilah perlindungan orang yang menderita
Salah satu Doa yang di Ijabah Alloh SWT adalah doanya orang yang teraniaya,untuk itu jangan sia siakan orang yang teraniaya berilah perlindungan bagi mereka,karena

Minggu, 29 November 2009

Alhamdulillah atas izin Alloh S.W.T, MTA AL-ADAWIYYAH Pimp.JOKO RIYANTO tertanggal mulai November tgl 29, 2009.mulai menempati MTA AL MAGHFIROH Pimp. Bpk.Ir H Kusnandar yang sering disapa “ Pak Haji Kus “.Semua kami lakukan tiada lain hanyalah untuk SYIAR ISLAM dan InsyaAlloh tiada tendensi di balik itu semua kecuali Ridho Alloh SWT.Dan kamipun berdo’a smoga Ilmu yang sudah di ajarkan pada kami di Pondok Pesantren “NURUL HUDA”Sugihan,Andong,Boyolali,di bawah asuhan/bimbingan Alm. Almukarom Simbah Kyai H.SYAMSUL HADI (BADRUN)bisa bermanfaat bagi semuanya.Amiiin 3x.Kamipun mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bpk.Ir H Kusnandar atas tempat yang telah ia sediakan,hanya Alloh SWT yang bisa membalas kebaikan Bapak,dan semoga Bapak beserta keluarga selalu dalam lindunganNya,dan Santriwan Santriwati kami kelak menjadi anak yang ‘alim Sholeh,’alimah sholekhah,Waladin Sholikhin Yad’ulah.Anak yang selalu berbakti pada Ibu/Bapak.seperti yang sering Bapak sampaikan diantaranya yaitu tiga Segi dalam hidup manusia yang ini merupakan salah satunya yang akan kita bawa serta menjadikan syafaat besuk di yaumil akhir yaitu AN SOL ( Anak Sholeh ),AM SOL ( Amal sholeh ),sedangkan yang satu ini akan meninggalkan kita dikala kita sangat membutuhkan pertolongan yaitu HAR BED (Harta Benda ).

Mushola Al maghfiroh,Rt 02/Rw 06 Jati Makmur Pondok Gede,

Bpk Ir H. Kusnandar adalah pelopor berdirinya Majelis Ta’lim ini,Ia telah menyediakann segala sarana prasarana guna kelancaran pengajian yang setiap malem minggu di adakan di Mushola Al Maghfirohnya.Smua tiada harapan kecuali Ridho Alloh serta mempersatukan warga khususnya Rt 02 umumnya semua warga Rw 06.K.H Muh Sidiq dr Bojong Tua adalah sementara ini yang menjadi Pengajarnya.Tidak hanya itu saja,setiap Bulan suci Romadhon Tempat inipun dimanfaatkan untuk sholat tarawih serta Tadarus Al Qur’an.Disamping itu setiap bulah Dzulhijjah tempat inipun berfungsi untuk penyembelihan Hewan kurban untuk disalurkan pada yang berhak menerima,disamping kegiatan bernuansa Islamiah ini,tempat yang menampung +- 300 orang ini, setiap bulan Agustuspun diadakan kegiatan-kegiatan seperti perlombaan-perlombaan guna memupuk rasa patriotisme untuk Nusa ,Bangsa dan Negara.semua itu juga bertujuan untuk Gotong Royong sesama warga yang kian hari kian menipis.Seperti yang dikatakan orang-orang terdulu dalam filosofinyaRukun Agawe Sentoso Crah Agawe Bubrah “ “Kerukunan akan menjadikan kita semua tenteram ,bahagia ,sentosa,Tapi sebaliknya Perpecahan akan menjadikan Kehancuran

Jumat, 06 November 2009

TKA/TPA NURUL HUDA

Assalamu’alaikum. TKA/TPA Nurul Huda Jln Muda Parsi C62,Jt Makmur Pd Gede.Sarana Pendidikan yang satu ini adalah merupakan sarana yang terpenting di dalam kehidupan,karena disinilah fondasi atau Background dari putra putri Anda,Banyak para Orang tua memilih pendidikan yang menurut dia Bonafit,Favorit dan Mahal kata orang,Tapi setelah kita selidiki Kualitas dan Kuantitasnya pun minim,karena bukan karena gedung yang megah iuran yang mahal serta murid yang banyak yang menjadi tolak ukur,tapi Jiwa serta pribadi pengajarnyalah yang menjadi tolak ukurnya,bagaimana dia menyikapi anak didiknya,seberapa besar kesabaran dlm mendidiknya serta sejauh mana tingkat omosionalnya.untuk itu,percayakan Putra Putri Anda untuk memulai belajar di TKA/TPA Nurul Huda.Di bawah asuhan Ustadz Muda kita yaitu Ust.H.SYAMSUDIN.HM.Karena Misi serta Visi kami adalah mencetak Generasi Qur’ani yang selalu menjadi pegangan dalam hidup kita.Wassalam

Sabtu, 24 Oktober 2009

IRYASIR

Iryasir adalah salah satu organisasi Islam yang didirikan oleh para Remaja Bojong Kempo,Jatimakmur,Pondok Gede,Bekasi,Organisasi Islam ini berjaya di tahun 2002-2008,namun pada tahun 2009 organisasi ini vacum dan pada tanggal 13 Mei 2010 kembali bangkit dengan strategi yang lebih baik.